Tanjung Merah

Tanjung Merah
(Dok. Dianned_Dirk Photography)
Tampilkan postingan dengan label Relawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Relawan. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 April 2015

Femmy Lontoh, Kesetiaan seorang Relawan

Langit Biru Bitung
Kegiatan Pemeriksaan Lapangan bersama kegiatan Pemeberdayaan bersama Femmy Lontoh/kaos bergaris ditengah

Salah satu definisi Relawan adalah orang yang bekerja tanpa mengharapkan imbalan, biasa disebut kerja bakti.

Memmy, demikian ibu ini biasa di sapa oleh keluarga maupun kenalannya.
Ibu yang ramah dan rame ini, biasa sibuk sebagai pedagang karena beliau punya Toko kecil yang terletak didepan rumah, walaupun sejak pagi hingga malam sibuk dengan pelanggan, beliau masih menyempatkan diri dengan kesibukan kerelawanan. Sejak tahun 2008, sudah menjadi relawan PNPM Mandiri Perkotaan, dan hingga kini, adalah masa bakti ketiga beliau melakoni perannya sebagai anggota LKM.

Setia, itulah kata yang pantas disematkan pada ibu ini, meski sibuk, selama bertahun-tahun menjadi motor penggerak di LKM Mapalus Manembo-nembo beliau tidak pernah mengeluh bahkan selalu menerima tugas dan tanggung jawab dengan penuh suka cita.


Istri tercinta dari Nexy Lengkong ini selalu bertanggung-jawab terhadap tugas-tugas 
kerelawanan yang menjadi tanggung jawabnya.

Boyke Pangau: “ Berbagi adalah jalan hidup”.

Boyke Pangau
Kegiatan Sosial di Sagerat Weru 1

Walaupun berpostur tubuh berisi cenderung berat tapi tidak terlihat berkurangnya kelincahan  bapak dari Lia dan Kaka ini,  tetap dengan semangat selalu menghiasi hari-harinya.

Dua periode menjadi LKM (lembaga Keswadayaan Masyarakat) pilihan masyarakat bahkan dipercayakan menjadi Koordinator otomatis kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Satu menjadi  kegiatan rutin Om Boy (begitu beliau biasa di sapa).

Selain Koordinator LKM Matuari Sagerat Weru 1 beliau juga beraktifitas kemasyarakatan lainnya, yaitu membina anggota-anggota koperasi di Kota Bitung sebab beliau tercatat juga sebagai Sekretaris Dekopin (Dewan Koperasi Indonesia) Bitung, demikian juga sebagai pembina Gapoktan (Gabungan Kelompok Pertanian).

Seabrek kerja kemasyarakatan yang dijalankan selalu menjadi bagian dari Om Boy. Beruntung ada Tante Tine (Tinneke Wenas) istri tercinta yang selalu setia membantu ditengah kesibukan Tante Tine sebagai penjahit pakaian yang bonafid.


Hari-hari seibuk namun menyenangkan telah menjadi bagian dari Pangau dan keluarga di kelurahan Sagerat Weru 2, beliau tidak pernah megeluh walau kadang-kadang kesibukan dari organiasasi satu dengan yang lain saling berebut menuntut waktu dan tenaganya. “Enjoy saja, semua akan berjalan sesuai dengan iramanya, semua harus dinikmati, yang penting masyarakat senang dan mereka menikati manfaatnya”, ujar Pangau.

Minggu, 01 Februari 2015

Reynold Roath: “Hidup adalah memperjuangkan kesejahteraan masyarakat”.


Dengan Motor Metik birunya, dengan gesit lelaki yang berpostur jangkung in melewati jalan tanah yang kadang becek akibat belum di aspal, dari arah Camp Klabat lingkungan 4 Sagerat Weru 2.  Ditengah kesibukannya dalam mengurus kegiatan pembangunan dari lingkungan tempat tinggal lewat Lembaga Donor yang bernama HABITAT,  menyempatan diri untukmemberikan hidupnya untuk masyarakat Sagerat Weru 2.

Terlahir dari keluarga Tentara beliau biasa hidup keras dan berpindah-pindah. Demikian juga ketika pecah kerusuhan Ternate 13 tahun lalu, Enol membawa keluarganya ikut mengungsi ke Bitung.

Reynold Roath, Koordinator LKM Berkat Sagerat Weru 2,  ayah 3 anak dan suami tercinta dari Juliana Kelbulan selalu di Tokohkan di tengah masyarakat.

Sebagai pengungsi beliau miris melihat saudara-saudaranya yang berasal dari Ternate hidup terpuruk tanpa harapan di Bitung. Untuk itulah beliau selalu berjuang bukan hanya untuk keluarganya tapi juga untuk seluruh pegungsi di Bitung, perjuangannya membuahkan hasil, hal itu dibuktikan dengan turunnya bantuan untuk pembuatan perumahan sederhana dengan cicilan yang ringan di 2 kompleks perumahan di kaki Gunung Dua udara, tepatnya di Lingkungan 4, Kelurahan Sagerat Weru 2.

Lelaki berkulit sawo matang yang parlente dan neces ini berprinsip bahwa hidup itu berarti ketika kita bisa memperjuangkan hak hidup lebih baik bagi orang lain

Bartje, si Umar Bakri yang menjadi Relawan

Keramahan sudah menjadi ciri khas dari kesaharian bapak satu putri ini, senyuman tipis selalu menghiasi bibirnya saat bertemu dengan seseorang, seakan menyapa sebelum bicara.


Sebagai si Umar Bakri alias guru yang diangkat menjadi PNS setalah 9 tahun mengabdi di Sekolah Dasar Kelurahan tercinta Tanjung Merah beliau mejalankan tugasnya dengan penuh semangat. Belum lagi tugas relawan membantu kelurahan dalam berbagai tugas kemasyarakatan seperti menjadi panitia dalam Pemilu, tugas-tugas administrasi yang membutuhkan keahlian dalam menjalankan dengan komputer dilakukan tanpa memperhitungkan imbalan.

Tidak heran, diusia yang relatif  muda, 32 tahun, beliau sudah dipercayakan menjadi Koordianator LKM Tana Rundang selama 2 kali masa bakti, 2011-2014 dan 2015-2017.

“Pak Bartje itu, bertanggung jawab, gesit dan jujur, dia memang pantas menjadi Koordinator LKM Tana Rundang,” demikian ungkapan Lurah Tanjung Merah, Ferdinand Katuuk.

Saat diadakan pemilihan Koordinator LKM Tana Rundang, November lalu, 8 orang memilih beliau sebagai Koordinator, sisa 1 orang (yaitu dirinya sendiri) memilih orang lain. Karya dan ketulusannya selalu menuai simpati. 

Rabu, 19 Juni 2013

Berkembang Lewat pemberian diri

Caroline Gorahe

Caroline Gorahe namanya, wanita sederhana berambut keriting yang masih tetap lincah diusianya yang tidak muda lagi. Tinggal di lingkungan 4 Kelurahan Manembo-nembo Tengah, tepatnya di belakang Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Petra,  KotaBitung.
  
Walaupun usia sudah menjelang senja, namun Ibu Caro (begitu beliau biasa di sapa) masih mau menjadi relawan, malahan setelah itu BKM Dua Sudara Manembo-nembo Tengah, Kecamatan Matuari Kota Bitung mempercayakan Gorahe memegang UPS (Unit Pengelola Sosial), 3 tahun berturut-turut memegang UPS, Gorahe sukses menjalankan tugasnya menumbuhkan simpati masyarakat kepadanya. Dibalik kesederhanaan hidup bersama keluarga, Gorahe dikenal sebagai orang yang suka menolong dan jujur. Terbukti simpati masyarakat tersebut membawanya menjadi 1 dari 9 anggota BKM di periode berkutnya, 2012-2015.
Awalnya pinjaman bergulir yang diusulakan oleh masyarakt kelurahan  masih diberikan oleh kepada masyarakat yang lebih prioritas menjadapatkan kesempatan itu, setelah BLM terakhir di 2012, Gorahe akhirnya mnyampaikan niatnya untuk memasukkan usulan KSM Seruni yang dipimpinya untuk mendapatkan pinjaman. Bersyukur BKM memutuskan KSM yang beranggotakan 5 orang termasuk Gorahe menjadi salah satu yang mendapatkan kesempatan untuk mengakses dana itu sebesar Rp. 5.000.000/5 anggota.

Beberapa bulan berlalu, usaha pembuatan roti manis Gorahe masih eksis malahan hari demi hari usahanya semakin berkembang, pinjaman bergulir yang diberikan bisa bermanfaat bagi Gorahe dan keluarganya, bahkan kelompok yang di pimpinnya perlahan tapi pasti semakin meningkat usaha dan pendapatan masing-masing anggotanya.

Pasar 




Penulis:   Dianne Deivie Dirk
            
Contact Person: Jarlex Katiandgho (085256149385) Koordinator BKM Dua Sudara, Kelurahan manembo-nembo tengah)