(dimuat di www.p2kp.org, april 2013)
Tim Audit Terkesan Panorama Kota Bitung
Menikmati
panorama Selat Lembeh, Kota Bitung, Sulawesi Utara yang indah dan mengesankan
tidak pernah direncanakan oleh Akhmad Yani dan Syamsudin, Tim Audit Kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan Bitung dari
KAP (Kantor Akuntan Publik) Muhamad Danial, Jakarta (Auditor Independen) di
Kota Bitung, Rabu (27/3/2013).
![]() |
| Kelurahan Mawali, Pulau Lembeh, Bitung SULUT, Indonesia |
Di Pulau Lembeh (Lembeh
Island), tepatnya Kelurahan Pintu Kota dan Kelurahan Mawali, Kecamatan Lembeh
Utara, Kota Bitung Sulawesi Utara merupakan tempat yang dipilih untuk di check on the spot (pemeriksaan lapangan)
untuk kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan Bitung
Sulawesi Utara.
Perjalanan tim auditor
yang didampingi para Askot, SF dan
fasilitator ke lokasi check on the
spot cukup menarik karena harus menumpang perahu motor laut melayari Selat
Lembeh (Lembeh Straight).
Perjalanan melalui laut
menuju Kelurahan Pintu Kota Kecamatan Lembeh Utara meski hanya memakan waktu 15
menit, ternyata sangat mengesankan bagi
kedua auditor. Begitu pula saat perjalanan dari Pintu Kota menuju Kelurahan
Mawali, terkesan menjadi perjalanan wisata laut dan alam Selat Lembeh yang
tidak kalah dengan laut Bunaken Manado dan Raja Ampat, Papua, mengingat Selat
Lembeh sudah sangat terkenal bukan saja panortama alamnya serta keindahan bawah
lautnya, juga karena biota-biota lautnya yang unik, struktur alamnya yang indah
yang bisa menyayingi Taman Laut Bunaken dan Raja Ampat, meski kesan keseriusan
untuk melakukan check on the spot
kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan Bitung di kedua kelurahan tersebut, tetap
nampak.
Kesempatan pemeriksaan
oleh Auditor Independent terhadap kegiatan BKM/LKM yang di fasilitasi oleh PNPM
Mandiri Perkotaan menjadi suatu momen yang ditunggu sekaligus ditakuti bagi
sebagian pelaku PNPM Mandiri Perkotaan (BKM/LKM, Sekretariat, UP2 dan KSM)
tentunya, karena berbagai pemikiran dari masyarakat mengenai manfaat dan fungsi
audit itu sendiri.
Walaupun, sudah sering
dijelaskan bahwa pelaksanaan audit ini
adalah agar masyarakat bisa mengetahui, apa yang menjadi kekurangan dan apa
yang menjadi nilai tambah dari kegiatan fisik maupun administrasi dan
pemberdayaan masyarakat itu sendiri, tetap ada juga warga pelaku kegiatan yang merasa takut menghadapi auditor,
walaupun diakhir pelaksanaan audit
mereka akhirnya lega dan plong karena bisa mengoreksi kesalahan jika ada.
Pulau Lembeh adalah sebuah Pulau kecil yang
membentengi Pelabuhan Alam di Kota Bitung yang dipisahkan oleh Selat, yang
dinamakan juga Selat Lembeh, Pulau ini terdiri atas 2 Kecamatan yaitu kecamatan
Lembeh Utara dan Kecamatan Lembeh Selatan.
![]() |
| Kembali ke Pelabuhan Penyeberangan Ruko Pateten, Bitung |
Ternyata, walaupun
tempat ini harus ditujuh dengan melewati lautan namun, pelaksanaan kegiatan
pemberdayaan dan kegiatan fisik dilapangan tidak kalah baiknya dengan yang
dilaksanakan didalam Kota Bitung. Bahkan UPL (Unit Pengelolah Kegiatan) di BKM
Kelurahan Mawali Kecamatan Lembeh Utara Robert Lumakore mendapat pujian dari
Askot Infrastruktur Kota Bitung, Stevy Oike Manoppo, ST. karena dinilai punya
andil besar dan maksimal dalam pelaksanaan kegiatan fisik.
Begitu pula, Ahkmad
Yani sebagai Ketua Tim Audit dari KAP Muhamad Danial Jakarta menyatakan rasa
puasnya dengan pelaksanaan kegiatan pada tahun 2012 di Kelurahan Pintu Kota dan
Mawali Kecamatan Lembeh Utara. “saya merasa terkesan dengan masyarakat Sulawesi Utara dan salut dengan kegiatan PNPM
disini, walaupun kedepan untuk hasil
yang lebih baik perlu ada peningkatan dalam hal kontrol dan monitoring pelaksanaan dilapangan”, ujarnya.
Adapun kegiatan fisik
yang dilakukan di dua kelurahan di Pulau Lembeh selama tahun 2012 yang dapat
dikatakan sebagai prioritas yakni
pembuatan jembatan, drainase dan jalan. (*v*)
Penulis: Dianne Deivie Dirk
Senior Fasilitator Korkot Bitung
OSP 8 SULUT




Tidak ada komentar:
Posting Komentar