Tanjung Merah

Tanjung Merah
(Dok. Dianned_Dirk Photography)

Selasa, 11 Juni 2013

Audit dan Wisata di Pulau Lembeh Bitung

(dimuat di www.p2kp.org, april 2013)

Tim Audit Terkesan Panorama Kota Bitung 

Menikmati panorama Selat Lembeh, Kota Bitung, Sulawesi Utara yang indah dan mengesankan tidak pernah direncanakan oleh Akhmad Yani dan Syamsudin, Tim Audit  Kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan Bitung dari KAP (Kantor Akuntan Publik) Muhamad Danial, Jakarta (Auditor Independen) di Kota Bitung, Rabu (27/3/2013).

Kelurahan Mawali, Pulau Lembeh, Bitung SULUT, Indonesia
Di Pulau Lembeh (Lembeh Island), tepatnya Kelurahan Pintu Kota dan Kelurahan Mawali, Kecamatan Lembeh Utara, Kota Bitung Sulawesi Utara merupakan tempat yang dipilih untuk di check on the spot (pemeriksaan lapangan) untuk kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan Bitung  Sulawesi Utara.
Perjalanan tim auditor yang didampingi para Askot, SF dan  fasilitator ke lokasi check on the spot cukup menarik karena harus menumpang perahu motor laut melayari Selat Lembeh (Lembeh Straight).

Perjalanan melalui laut menuju Kelurahan Pintu Kota Kecamatan Lembeh Utara meski hanya memakan waktu 15 menit, ternyata sangat  mengesankan bagi kedua auditor. Begitu pula saat perjalanan dari Pintu Kota menuju Kelurahan Mawali, terkesan menjadi perjalanan wisata laut dan alam Selat Lembeh yang tidak kalah dengan laut Bunaken Manado dan Raja Ampat, Papua, mengingat Selat Lembeh sudah sangat terkenal bukan saja panortama alamnya serta keindahan bawah lautnya, juga karena biota-biota lautnya yang unik, struktur alamnya yang indah yang bisa menyayingi Taman Laut Bunaken dan Raja Ampat, meski kesan keseriusan untuk melakukan check on the spot kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan Bitung di kedua kelurahan tersebut, tetap nampak.

Kesempatan pemeriksaan oleh Auditor Independent terhadap kegiatan BKM/LKM yang di fasilitasi oleh PNPM Mandiri Perkotaan menjadi suatu momen yang ditunggu sekaligus ditakuti bagi sebagian pelaku PNPM Mandiri Perkotaan (BKM/LKM, Sekretariat, UP2 dan KSM) tentunya, karena berbagai pemikiran dari masyarakat mengenai manfaat dan fungsi audit itu sendiri.


Walaupun, sudah sering dijelaskan  bahwa pelaksanaan audit ini adalah agar masyarakat bisa mengetahui, apa yang menjadi kekurangan dan apa yang menjadi nilai tambah dari kegiatan fisik maupun administrasi dan pemberdayaan masyarakat itu sendiri, tetap ada juga warga pelaku kegiatan  yang merasa takut menghadapi auditor, walaupun diakhir  pelaksanaan audit mereka akhirnya lega dan plong karena bisa mengoreksi kesalahan jika ada.

Pulau Lembeh adalah sebuah Pulau kecil yang membentengi Pelabuhan Alam di Kota Bitung yang dipisahkan oleh Selat, yang dinamakan juga Selat Lembeh, Pulau ini terdiri atas 2 Kecamatan yaitu kecamatan Lembeh Utara dan Kecamatan Lembeh Selatan.

Kembali ke Pelabuhan Penyeberangan Ruko Pateten, Bitung

Ternyata, walaupun tempat ini harus ditujuh dengan melewati lautan namun, pelaksanaan kegiatan pemberdayaan dan kegiatan fisik dilapangan tidak kalah baiknya dengan yang dilaksanakan didalam Kota Bitung. Bahkan UPL (Unit Pengelolah Kegiatan) di BKM Kelurahan Mawali Kecamatan Lembeh Utara Robert Lumakore mendapat pujian dari Askot Infrastruktur Kota Bitung, Stevy Oike Manoppo, ST. karena dinilai punya andil besar dan maksimal dalam pelaksanaan kegiatan fisik.

Begitu pula, Ahkmad Yani sebagai Ketua Tim Audit dari KAP Muhamad Danial Jakarta menyatakan rasa puasnya dengan pelaksanaan kegiatan pada tahun 2012 di Kelurahan Pintu Kota dan Mawali Kecamatan Lembeh Utara. “saya merasa terkesan dengan masyarakat  Sulawesi Utara dan salut dengan kegiatan PNPM disini, walaupun  kedepan untuk hasil yang lebih baik perlu ada peningkatan dalam hal kontrol dan monitoring  pelaksanaan dilapangan”,  ujarnya.

Adapun kegiatan fisik yang dilakukan di dua kelurahan di Pulau Lembeh selama tahun 2012 yang dapat dikatakan sebagai prioritas yakni  pembuatan jembatan, drainase dan jalan. (*v*)

Penulis: Dianne Deivie Dirk
Senior Fasilitator Korkot Bitung

OSP 8 SULUT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar