Tanjung Merah

Tanjung Merah
(Dok. Dianned_Dirk Photography)

Minggu, 01 Februari 2015

Reynold Roath: “Hidup adalah memperjuangkan kesejahteraan masyarakat”.


Dengan Motor Metik birunya, dengan gesit lelaki yang berpostur jangkung in melewati jalan tanah yang kadang becek akibat belum di aspal, dari arah Camp Klabat lingkungan 4 Sagerat Weru 2.  Ditengah kesibukannya dalam mengurus kegiatan pembangunan dari lingkungan tempat tinggal lewat Lembaga Donor yang bernama HABITAT,  menyempatan diri untukmemberikan hidupnya untuk masyarakat Sagerat Weru 2.

Terlahir dari keluarga Tentara beliau biasa hidup keras dan berpindah-pindah. Demikian juga ketika pecah kerusuhan Ternate 13 tahun lalu, Enol membawa keluarganya ikut mengungsi ke Bitung.

Reynold Roath, Koordinator LKM Berkat Sagerat Weru 2,  ayah 3 anak dan suami tercinta dari Juliana Kelbulan selalu di Tokohkan di tengah masyarakat.

Sebagai pengungsi beliau miris melihat saudara-saudaranya yang berasal dari Ternate hidup terpuruk tanpa harapan di Bitung. Untuk itulah beliau selalu berjuang bukan hanya untuk keluarganya tapi juga untuk seluruh pegungsi di Bitung, perjuangannya membuahkan hasil, hal itu dibuktikan dengan turunnya bantuan untuk pembuatan perumahan sederhana dengan cicilan yang ringan di 2 kompleks perumahan di kaki Gunung Dua udara, tepatnya di Lingkungan 4, Kelurahan Sagerat Weru 2.

Lelaki berkulit sawo matang yang parlente dan neces ini berprinsip bahwa hidup itu berarti ketika kita bisa memperjuangkan hak hidup lebih baik bagi orang lain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar