Tanjung Merah

Tanjung Merah
(Dok. Dianned_Dirk Photography)

Selasa, 11 Juni 2013

Dorbolaang, Pulau Lembeh, Bitung, saksi kebersamaan

(ditayangkan di www.p2kp.org, 11 Juni 2013)

Kebersamaan dan kekompakan Tim fasilitator Pemberdayaan masyarakat

Beraksi di KMP Tude di Selat Lembeh

Mungkin kini saatnya berbagi sedikit rahasia, mengapa Tim Koorkot Bitung bisa memborong  Reward dipertemuan tahunan yang digelar KMW OSP 8 dan Satker PNPM Mandiri Perkotaan Sulawesi Utara  di awal bulan Maret 2013 (Berita di www.P2KP.org tanggal 19 Maret 2013 oleh Feidy Kemur). Koorkot dengan kinerja sim terbaik Nasional di 2012.

Bahwa prestasi itu tidak datang dengan sendirinya, itu benar adanya, bahwa prestasi itu perlu diperjuangkan itu betul adanya, bahwa semua pihak yang terlibat dalam tim harus berani terhadap tantangan, bersama membangun kemandirian, itupun tak bisa disangkal. Intinya kebersamaan dan perjuangan dalam tim sambil terus bersama mencari solusi atas permasalahan yang ditemui.

Rapat rutin bulanan  seluruh Tim Koorkot Bitung, dilaksanakan di Kelurahan Doorbolaang Kecamatan Lembeh Selatan, 7 Mei 2013 (Rapat rutin dilaksanakan setiap bulan di lokasi Tim fasilitator yang berbeda). Kali ini selain dihadiri oleh Tim Koorkot Bitung, hadir juga, TA Infrastruktur bersama Tim dari KMW, Camat Lembeh Selatan Elvis Mantouw, S.Sos,  Lurah Doorbolaang, BKM, UP2 dan Sekretariat. Dengan menumpang KMP Tude, dari Pelabuhan penyeberangan di Kelurahan Pateten, Kec. Aertembaga Kota Bitung, hanya memakan waktu sekitar 15 menit sudah tiba di dermaga Kelurahan Papusungan Kec. Lembeh Selatan, Kota Bitung.

Sejumlah kendaraan bermotor milik fasilitator  yang turut dimuat dikapal, siap menjelajahi Pulau Lembeh menuju Kelurahan Doorbolang, melewati sepanjang Kelurahan Papusungan, Pasir Panjang, jalannya yang berkelok-kelok dan struktur tanahnya yang  menanjak, turun  dan naik menambah seru perjalanan ini, tidak terlalu lama, hanya sekitar 40 menit sudah tiba di Doorbolaang.

masih di Papusungan, Kec. Lembeh Selatan

Dalam sebuah tim kerja, sebaiknya ada yang namanya POAC (Planning Organizing Actuating & Controlling) itu dilakukan tim koorkot Bitung, hal yang sama dilakukan oleh tim-tim yang lain dalam pendampingan masyarakat, itu pasti. Namun, membangun kebersamaan dan kepedulian itu mungkin salah satu kunci keberhasilan kekompakan, itu bahkan diungkapkan oleh orang-orang lain diluar tubuh inti koorkot Bitung itu sendiri. “Disini terasa beda, beda dengan ditempat lain, kebersamaan sangat terasa”, demikian tanpa sengaja diungkapkan Akhmad Yani, salah satu auditor yang bertugas mengaudit kegiatan PNPM Perkotaan di SULUT yang sudah 2 bulan bertukagas di SULUT.




TA Infrastruktur mewakili KMW OC 8 SULUT, Novry Wurangian, ST dengan smiling face yang tertahan sebagai ekspresi khas beliau dalam menyampaikan penghargaannya terhadapat suatu prestasi ataupun sekedar penguatan bagi para pemberdayaan masyarakat (fasilitator) menyampaikan, “Kebersamaan Tim Bitung sangat terasa sejak awal keberangkatan jadi tidak heran mengapa banyak prestasi diukir disini”.
Potret pendampingan fasilitator disampaikan disini, termasuk perainkingan antar Tim Bitung (Tim 17-23 plus 35, total ada 8 Tim), perainkingan antar USK (Unit Satuan Kerja), Sosial, Ekonomi dan Teknik, sehingga fasilitator secara pribadi dan timnya bisa bercermin satu dengan yang lain yang secara tidak langsung akan memotivasi.  Menenariknya  lagi Koorkot dan Askot-askot memberikan hadiah-hadiah kecil kepada tim dan USK dengan rainking 3 tertinggi.



Tentu, apresiasi perlu disampaikan kepada pemimpin tim ini, Koorkot Bitung Ir. Teddy Sulangi yang memprakarsai, melihat plus minus masing-masing pribadi dan mengkolaborasikan itu menjadi satu nyanyian yang namanya semangat kebersamaan. Mari membangun dengan hati, We can, if We work with heart.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar