Pekerja perempuan di Sagerat ada, bukan karena terpaksa.
Memasuki tahun ke-5
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Mandiri Perkotaan di kelurahan Sagerat Kecamatan Matuari kota Bitung
SULUT, terus membawa perubahan mengenai
pandangan masyarakat dalam
melaksanakan suatu kegiatan infrastruktur, perlahan tapi pasti,
keterlibatan perempuan sudah menjadi hal lumrah dan bukan lagi hal yang
“terpaksa” ada karena tuntutan program yang mensyaratkan keterlibatan perempuan
sebesar 30 persen. “Memang, semua KSM Infrastruktur dalam pemanfaatan BLM 1 2013 ini, seluruh
pengurusnya ada perempuannya, apakah itu sekretaris, bendahara bahkan ketua dan
wakil ketua”, ujar Hanie Ering, Koordinator LKM Nikita Waya, Kelurahan Sagerat Kecamatan
Matuari Kota Bitung.
Pekerja perempuan dalam
kegiatan pemanfaatan BLM sudah menjadi pandangan biasa di keluarahan ini, Indra
Londah, salah satu ketua RT di lingkungan 1 yang dipercayakan KSM untuk menjadi
bendahara berujar, “kita (saya) jadi pekerja di kegiatan infrastruktur sudah sejak
tahun 2009, sejak BLM I dimanfaatkan dikelurahan ini dan setiap tahun, kita
selalu terlibat, kalu (kalau) bukan jadi Panitia (KSM), kita menjadi pekerja
biasa dan bukan hanya kita, banyak torang (kami) perempuan-perempuan yang
begitu, ada bu Deisy, Frelly, Meiske, Eka dll”.
Pemanfaatan BLM 1
ditahun 2013 ini sementara dilaksanakan, Deysi Kumenit masih dipercayakan
menjadi ketua KSM Berhikmat, Seska Lengkong bendaharanya, sementara di KSM
Berdikari Indra Londah sebagai bendahara KSM, Frelly Kaawoan, Meiske Tindatu,
Yunita dan masih banyak perempuan lainnya menjadi pekerja dalam pembuatan
drainase di lingkungan 1, hal ini sudah
menjadi pemandangan biasa jika kita datang memonitoring pelaksanaan kegiatan
dikelurahan ini.
“Torang (kami) turut
terlibat dalam pembuatan kegiatan infrstruktur disini, ikut menumbuhkan rasa
memiliki, begitu juga kami bisa sama-sama memastikan bahwa apa yang torang buat
ini, kualitasnya baik dan tentu kami bisa berswadaya lewat tenaga kami..”, ujar
Seska Lengkong seorang pekerja perempuan yang sehari-harinya bertugas sebagai
ketua RT di lingkungan 4.
“Ada rasa bangga, sebab
ketika pekerjaan selesai dan torang (kami) melihat hasilnya, kami puas karena
semua ini torang yang buat, anak-anak cucu akan melihat dan merasakan hasil
karya orang tua mereka...”, Deysi Kumenit, Ketua KSM Berhikmat menambahkan,
sekaligus menutup wawancara kami.
Penulis: Dianne
Deivie Dirk
Contact Person: Hanie
Ering, Koordinator LKM Nikita Waya Sagerat








